Halaman

Jam

Calender

Selasa, 06 November 2018

Aspek Agronomi Tanaman Kapas

ASPEK AGRONOMI TANAMAN KAPAS

Gossypium sp.

Sejarah tanamn kapas
Kapas merupakan tanaman yang telah ditanam oleh manusia sejak zaman dahulu. Hal ini terbukti dengan telah dibudidayakannya tanaman ini di daerah India lebih kurang 5000 tahun yang lalu. Kapas sebenarnya adalah serat yang diperoleh dari beberapa tanaman berkayu dari jenis Gossypium. Serat halus yang 2 menyelubungi biji tanaman kapas ini kemudian menjadi bahan penting dalam industri tekstil untuk dijadikan benang. Saat ini pasar kapas masih dikuasi oleh Cina yang merupakan produser terbesar produksi kapas dunia, diikuti oleh Amerika Serikat, India, Pakistan, Brazil dan Mesir.
Image result for klasifikasi kapas
Klasifikasi tanaman kapas
Devisi : Spermatophyta 
Subdivisi : Angiospermae 
Kelas : Dicotyledoneae 
Ordo : Malvales 
Famili : Malvaceae 
Genus : Gossypium 
Spesies : Gossypium sp. 

Dari jenis yang ada tersebut, hanya 4 spesies kapas yang telah telah dibudidayakan diantaranya adalah Gossypium  herbaceum L., Gossypium arboreum L., Gossypium hirsutum L., dan Gossypium barbadense. 

Image result for morfologi kapas

Morfologi Tanaman Kapas
1. Akar
Akar berfungsi tidak hanya untuk menopang tanaman tetapi juga untuk penyerapan air serta unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Perkembangan sistem perakaran sangat penting pada masa awal pertumbuhan tanaman kapas. Radikula atau calon akar merupakan organ yang pertama kali muncul pada saat perkecambahan dan kemudian berkembang menjadi akar tunggang. Akar tunggang ini tumbuh sangat cepat dan bahkan dapat mencapai 20 – 25 cm sebelum kecambah muncul dari permukaan tanah. Perkembangan akar diawal pertumbuhan vegetatif tanaman kapas dapat mencapai 5 cm per hari tergantung kondisi lingkungan. Panjang akar tunggang pada tanaman kapas dewasa antara 180 – 200 cm yang sangat dipengaruhi oleh faktor kelembaban tanah, aerasi, suhu dan varietas. Pada tanah dengan kondisi kering atau kelembaban rendah, panjang akar tunggang bahkan dapat mencapai 3 – 4 m. 

2. Batang 
Kapas merupakan tanaman berkayu yang memiliki batang cukup keras dan beruas-ruas. Percabangan vegetatif dan cabang buah tumbuh pada buku-buku batang. Panjang dan jumlah ruas batang ini menentukan tinggi akhir suatu tanaman kapas. Batang tanaman yang beruas pendek menyebabkan tanaman tersebut cenderung cepat tua. Panjang ruas batang biasanya dipengaruhi oleh kelembaban yang tersedia. Ruas batang ini berperan dalam pengangkutan unsur hara terutama unsur nitrogen ke tanaman. Percabangan ini akan muncul pada buku ke empat atau ke lima dari batang utama. Selanjutnya, cabang berbuah atau generatif mulai muncul pada buku ke lima atau ke enam. Dalam keadaan lingkungan tumbuh normal, cabang yang berbuah dapat tumbuh hingga buku ke sepuluh dari batang utama. 

3. Daun
Setiap daun mempunyai 5 sudut lekukan dengan kedalaman berbeda-beda. Setiap daun mempunyai ukuran, tekstur, dan bentuk yang bervariasi. Sebagian besar daun kapas memiliki bulu/rambut halus, namun beberapa varietas ada yang berbulu sedikit dan bahkan ada yang tidak berbulu sama sekali. Daun dengan tipe bulu lebat akan memudahkan dalam proses pemanenan secara mekanik atau menggunakan mesin pemanen. Namun tipe ini rentan terhadap serangan lalat putih, hal ini dikarenakan kondisinya yang berbulu sehingga dapat dijadikan tempat berlindung bagi perkembangan lalat tersebut. Tangkai daun kapas umumnya berwarna hijau muda sampai tua atau kekuning-kuningan sampai merah. Setiap daun memiliki 8 ketebalan yang tidak sama, ada yang tebal seperti kulit dan ada pula yang tipis seperti kertas. 

4. Bunga
Bunga kapas varietas Amerika berwarna putih atau krim putih saat membuka. Selanjutnya warna akan berubah menjadi Palmate (normal) Semi digitate (semi-okra) Digitate Super okra Palmate (normal) Semi-digitate Digitate (okra) 9 merah muda dan merah pada keesokan paginya. Di hari ketiga petal menjadi layu dan gugur. Biasanya bunga kapas mulai mekar dipagi hari antara jam 7 – 9 kemudian bunga tersebut akan layu saat hari menjelang siang. Bunga kapas memiliki tangkai bunga dengan berbagai ukuran yang menghubungkan antara buah dan cabang. Daun kelopak tambahan berbentuk segitiga dengan garis hijau yang tampak seperti kelopak bunga.

5. Buah
Buah kapas umumnya terbentuk segera setelah terjadinya penyerbukan. Apabila penyerbukan berhasil maka buah akan masak setelah 40 – 70 hari. Buah yang masak akan retak dan terbuka sehingga serat kapas muncul keluar. Umumya buah kapas terdiri dari 3, 4 sampai 5 ruang. Buah kapas memiliki bentuk dan ukuran berbeda-beda berdasarkan jenis dan letaknya, mulai dari bulat, bulat ujungnya meruncing serta segitiga. Berat rata-rata buah kapas dari jenis hirsutum berkisar antara 5 – 8 g, berwarna hijau pucat, licin, berkulit dan sedikit mengandung kelenjar minyak. Sedangkan buah dari jenis aboreum lebih kecil yaitu sekitar 3 g, berwarna hijau gelap, dan banyak mengandung kelenjar minyak.

6. Biji 
Biji kapas terletak secara teratur di dalam ruang buah. Biasanya setiap ruang tediri dari dua baris biji dengan jumlah ratarata 9 biji. Biji yang sudah tumbuh dewasa memiliki bentuk seperti buah pear yang tidak beraturan. Bentuk ini bervariasi tergantung varietas dan kondisi pada saat tanaman tumbuh. Biji memiliki panjang antara 6 – 12 mm, dengan berat 100 biji sekitar 6 - 17 g atau 65 – 70 persen total berat hasil. Lapisan serabut atau serat kapas terdapat pada bagian luar kulit biji. Serat ini membutuhkan waktu sekitar 13 – 15 hari untuk proses pemanjangan serat. Biji kapas yang sudah masak terdiri dari dua kotiledon yang menyatu dan berbentuk seperti ginjal.

Sumber

HIDROPONIK



Dengan menanam memakai cara hidroponik, maka hasil panen akan lebih cepat. Namun Anda juga harus memperhatikan aspek lain yaitu; ketepatan dalam pemberian nutrisi, intensitas cahaya, dan juga suhu di sekitar tanaman tumbuh. Bagi Anda yang pemula, hal yang harus Anda perhatikan adalah air nutrisi yang benar-benar tepat dan dapat terserap dengan sempurna. Hal ini karena dengan memakai cara hidroponik, maka nutrisi yang didapatkan hanya melalui air nutrisi saja.

Cara menanam dengan teknik hidroponik :
  1. Siapkan beberapa pipa atau talang, dan pompa.
  2. Lubangi pipa sesuai dengan panjangnya. Pastikan jarak satu lubang dan lubang yang lain sama.
  3. Susun pipa atau talang yang dipersiapkan untuk menjadi tempat menanam tanaman.
  4. Siapkan penampung pada ujung pipa yang lebih rendah.
  5. Pasang pompa untuk mengalirkan air nutrisi agar alirannya maksimal
  6. Cara satu ini memiliki konsep dasar menanam akar tanamannya tumbuh pada bagian lapisan nutrisi yang tidak dalam dan menjaga sirkulasinya agar tanaman tetap mendapat nutrisi, oksigen, dan air secara baik dan tercukupi.