Halaman

Jam

Calender

Senin, 03 Desember 2018

Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing Komoditas Pertanian

Hakikat Pembangunan Pertanian
Menurut UU 1945 pasal 33:3 berbunyi "Bumi, air dan kelayakam alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat"

Kemakmuran rakyat itu sendiri dibagi menjadi dua yaitu :
1. Ketahanan pangan 
2. Kedaulatan pangan 

Model produksi pertanian merupakan ketahanan pangan dari pertanian industrial. Model perdagangan pangan merupakan ketahanan pangan dari liberalisasi perdagangan dan Pendekatan  terhadap sumberdaya genetik merpakan ketahanan pangan aspek terkait perdagangan hak kekayaan intelektual. 
Dalam undang-undang No 18 tahun 2012 menjelaskan tentang pangan, bahwa batasan tentang kedaulatan pangan adalah hak negara dan bangsa yang secara mandiri menentukan kebijakan pangan yang menjamin hak atas pangan bagi rakyat yang memberikan, hak bagi masyarakat untuk menentukan sistem pangan yang sesuai dengan potensial sumberdaya lokal. 
Hakikat kedaulatan pangan adalah menjadikan petani penghasil pangan sebagai kelompok masyarakat yang terhormat dan sejajar dengan kelompok masyarakat lainnya. Masyarakat hanya mungkin dapat menentukan sistem pangan dan sesuai dengan sumberdaya likal, bila kegiatan usaha tani masih menarik untuk dimaskki dan memberikan imbalan yang memadai bagi yang berusaha pada kegiatan ini.

Faktor utama untuk mewujudkan kedaulatan pangan adalah kesejahteraan petani. Karena pada kondisi ini bisa diwujudkan dengan menciptakan suasana yang kondusif bagi petani dalam menghasilkan program , terutama terkait dengan akses terhadap sumberdaya serta penghargaan yang sepadan terhadap produk yang dihasilkan. 

Tantangan pertanian kedepannya
1. Pemenuhan kebutuhan masyarakat : pada tahun 2020, tantangan yang harus kita jawab, bagaimana menyediakan oangan bagi 273,5 juta penduduk Indonesia yang pola konsumsinya makin beragam dari sisi kuantitas dan kualitas. Bila kondisinya sama dengan saat ini, tahun 2020 harus menyediakan 36,3 juta ton beras; 17,6 juta ton jagung; 2,4 juta ton kedelai; 3,1 juta ton gula dan 532 ribu ton daging sapi.

Sektor pertanian meliputi subsektor tanaman bahan makanan, subsektor hortikultura, subsektor peternakan, subsektor perikanan dan subsektor kehutanan. Subsektor-subsektor ini akan saling terkait untuk saling mendukung kemajuan antar subsektor.

Pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II telah menetapkan 5 (lima) komoditas pangan utama yang ditargetkan untuk swasembada pangan, yaitu beras, jagung, kedelai, daging sapi dan gula. Khusus komoditas gula, ditargetkan swasembada Gula Putih (GP) pada tahun 2014. Agar mencapai
swasembada, maka target produksi gula putih di tahun 2014 adalah 4,2 juta ton,

sumber disini 

memilih artikel tersebut karena untuk menambah wawasan tentang peningkatan produktivitas dan daya saing komoditas pertanian di Indonesia. 

Teknologi Budidaya Sacara Veltikultur

VELTIKULTUR


vertikultur adalah sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat, baik indoor maupun outdoor. Sistem budidaya pertanian secara vertikal atau bertingkat ini merupakan konsep penghijauan yang cocok untuk daerah perkotaan dan lahan terbatas. Vertikultur tidak hanya sekadar kebun vertikal, namun ide ini akan merangsang seseorang untuk menciptakan khasanah biodiversitas di pekarangan yang sempit sekalipun. Struktur vertikal, memudahkan pengguna membuat dan memeliharanya. Pertanian vertikultur tidak hanya sebagai sumber pangan tetapi juga menciptakan suasana alami yang menyenagkan. 
Model, bahan, ukuran, wadah vertikultur sangat banyak, tinggal disesuaikan dengan kondisi dan keinginan. Pada umumnya adalah berbentuk persegi panjang, segi tiga, atau dibentuk mirip anak tangga, dengan beberapa undak-undakan atau sejumlah rak. Bahan dapat berupa bambu atau pipa paralon, kaleng bekas, bahkan lembaran karung beras pun bisa, karena salah satu filosofi dari vertikultur adalah memanfaatkan benda-benda bekas di sekitar kita.
Tanaman yang akan ditanam sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan memiliki nilai ekonomis tinggi, berumur pendek, dan berakar pendek. Tanaman sayuran yang sering dibudidayakan secara vertikultur antara lain selada, kangkung, bayam, pokcoy, caisim, katuk, kemangi, tomat, pare, kacang panjang, mentimun dan tanaman sayuran. Untuk tujuan komersial, pengembangan vertikultur ini perlu dipertimbangkan aspek ekonomisnya agar biaya produksi jangan sampai melebihi pendapatan dari hasil penjualan tanaman.
Pembuatan wadah tanam vertikultur :
Pembuatan wadah biasanya menggunakan alat-alat yang mudah dijangkau atau yang berada di sekitar kita. Misalnya seperti bambu, pararol botol dan benda lainnya. Pembuatan wadah ini juga harus memperhatikan ukuran lubang untuk media tanam yang dibuat dan harus sesuai dengan kebutuhan tanaman. 
Pengadaan media tanam :
Media tanam adalah tempat tumbuhnya tanaman untuk menunjang perakaran. Dari media tanam inilah tanaman menyerap makanan berupa unsur hara melalui akarnya. Media tanam yang digunakan adalah campuran antara tanah, pupuk kompos, dan sekam dengan perbandingan 1:1:1. Setelah semua bahan terkumpul, dilakukan pencampuran hingga merata. Tanah dengan sifat koloidnya memiliki kemampuan untuk mengikat unsur hara, dan melalui air unsur hara dapat diserap oleh akar tanaman dengan prinsip pertukaran kation. Sekam berfungsi untuk menampung air di dalam tanah sedangkan kompos menjamin tersedianya bahan penting yang akan diuraikan menjadi unsur hara yang diperlukan tanaman.

Persiapan bibit tanaman dan penanaman :
Sebelum berencana membuat wadah vertikal, terlebih dahulu mempersiapkan sejumlah bibit tanaman, Ketika tanaman sudah mencapai umur siap dipindahkan, pada dasarnya ada tiga tahap dalam proses ini, yaitu persemaian, pemindahan, dan penanaman.
Pemeliharaan tanaman :
Tanaman juga memerlukan perawatan, seperti halnya makhluk hidup yang lain. Tanaman memerlukan perhatian dan kasih sayang. Selain penyiraman dilakukan setiap hari juga perlu pemupukan, dan juga pengendalian hama penyakit.
Sebaiknya pupuk yang digunakan adalah pupuk organik misalnya pupuk kompos, pupuk kandang atau pupuk bokashi. Disarankan agar sayuran buah seperti cabe, tomat tidak mudah rontok sebaiknya menambahkan KCL satu sendok teh atau sendok makan tergantung besar kecilnya pohon. Pemberian KCL setiap 5 sampai 6 bulan sekali. Di perkotaan, pupuk kandang atau kompos harganya menjadi mahal. Limbah dapur atau daun-daun kering bisa dimanfaatkan untuk pembuatan pupuk bokashi. Pupuk bokashi adalah hasil fermentasi bahan organik (jerami, sampah organik, pupuk kandang, dan lain-lain) dengan teknologi EM yang dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk menyuburkan tanah dan meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Bokashi dapat dibuat dalam beberapa hari dan bisa langsung digunakan sebagai pupuk. Saat ini masyarakat mulai banyak mempertimbangkan mengkonsumsi hasil panen yang Iebih sehat cara penanamannya, yaitu menggunakan pupuk dan pengendalian hama alami, meskipun harga produk tersebut lebih mahal.
Pemanenan : 
Pemanenan sayuran biasanya dilakukan dengan sistem cabut akar (sawi, bayam, seledri, kemangi, selada, kangkung dan sebagainya). Apabila kita punya tanaman sendiri dan dikonsumsi sendiri akan lebih menghemat apabila panen dilakukan dengan mengambil daunnya saja. Dengan cara tersebut tanaman sayuran bisa bertahan lebih lama dan bisa panen berulang-ulang.

imore information by :Veltikultur


Minggu, 02 Desember 2018

MAKALAH FUNGSI PERENCANAAN

MAKALAH
FUNGSI PERENCANAAN

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.            Latar Belakang
Perencanaan diperlukan dan terjadi dalam berbagai bentuk organisasi, sebab perencanaan ini merupakan proses dasar manajemen di dalam mengambil suatu keputusan dan tindakan. Perencanaan diperlukan dalam jenis kegiatan baik itu kegiatan oranisasi, perusahaan maupun kegiatan di masyarakat, dan perencanaan ada dalam setiap fungsi-fungsi manajemen, karena fungsi-fungsi tersebut hanya dapat melaksanakan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dalam perencanaan. Dalam manajemen, perencanaan yaitu proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi, membuat strategi untuk mencapai tujuan, dan tentunya untuk mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain misalnya: pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tak akan dapat berjalan. Setiap organisasi perlu melakukan suatu perencanaan dalam setiap kegiatan organisasinya, baik perencanaan produksi, perencanaan rekrutmen karyawan baru, program penjualan produk baru, maupun perencaan anggarannya.
Perencanaan merupakan tahapan paling penting dari suatu fungsi manajemen, terutma dalam menghadapi lingkungan eksternal yang berubah dinamis. Dalam era globalisasi ini, perencanaan harus lebih mengandalkan prosedur yang rasional dan sistematis dan bukan hanya pada intuisi dan firasat (dugaan). Perencanaan (planning) merupakan proses dasar bagi organisasi untuk memilih sasaran dan menetapkan bagaimana cara mencapainya. Oleh karena itu, perusahaan harus menetapkan tujuan dan sasaran yang hendak dicapai sebelum melakukan proses-proses perencanaan.



1.2.            Tujuan
1.      Mengetahui pengertian fungsi perencanaan.
2.      Mengetahui manfaat dan tujuan fungsi perencanaan.

BAB II
ISI
a.     Pengertian perencanaan
Pernecanaan (planning)  adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan (Hasibuan,2006).
Menurut Malayu S.P. Hasibuan bahwa perencanaan adalah hal penting yang dibuat untuk mencapai tujuan organisasi. Pentingnya perencanaan untuk organisasi yaitu :
1.      Tanpa perencanaan berarti tidak ada tujuan yang ingin dicapai.
2.      Tanpa perencanaan tidak ada pedoman pelaksanaan sehingga banyak pemborosan.
3.      Perencanaan adalah dasar pengendalian, karena tanpa ada rencana pengendalian tidak dapat dilakukan.
4.      Tanpa perencanaan, tidak ada keputusan dan proses manajemen.
Dari beberapa ahli mengemukakan pengertian perencanaan dari sudut pandang berbeda tetapi memiliki makna yang sama, yaitu :
1.      William H. Newman menyatakah bahwa perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan yang mengandung rangkaian – rangkaian putusan yang luas dan penjelasan – penjelasan dari tujuan tertentu.
2.      Bintoro Tjokroamidjojo menyatakan bahwa perencanaan adalah proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu.
3.      Prajudi Atmosudirdjo meyatakan bahwa perencanaan adalah perhitungan dan penentuan tentang suatu yang akan dijelaskan dalam rangka mencapao tujuan tertentu, bilamana, oleh siapa dan bagaimana.
4.      M. Fakry menyatakan bahwa perencanaan adalah proses penyusunan berbagai keputusan yang akan dilaksanakan pada masa yang akan datang untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan (Manullang, 2012).
b.      Jenis – jenis perencanaan
Perencanaan mencakup banyak variasi. Beberapa variasi tersebut adalah visi (Vision), misi, tujuan, strategi, kebijakan prosedur dan aturan.
1.      Visi (vision)
Visi menggambarkan kondisi masa depan yang diwijudkan melalui pelaksanaan sebuah misi. Visi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai masa depan. Visi juga merupakan hal yang sangat kursial bagi perusahaan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang (Wibisono, 2006).
2.      Misi (Mission)
Misi adalah realisasi yang akan menjadikan suatu organisasi mampu menghasilkan produk dan jasa berkualitas yang memenuhi  kebutuhan, kepentingan dan harapan pelangganya (Benedicta, 2004).
3.      Tujuan (Objective)
Tujuan adalah sasaran manajeral yaitu tujuan yang melukiskan skop yang jelas sertamemberikan arah pada usaha-usaha seorang manager.
4.      Strategi (Strategy)
Strategi pada hakekatnya adalah interpretative planning yang dibuat dengan memperhitungkan reencana saingan. Penyusunan strategi didasarkan atas pemanfaatan keunggulan-keunggulan daripada saingan.
5.      Kebijakan (Policy)
Kebijakan adalah suatu jenis rencana yang memberikan bimbingan berpikir dan arah dalam pengambilan keputusan.
6.      Prosedur (procedure)
Prosedur merupakan jenis rencana, karena prosedur menunjukkan pemilihan cara bertindak dan berhubungan dengan aktivitas masa depan.
7.      Peraturan (rule)
Rule adalah rencana tentang peraturan-peraturan yang telah ditetapkan dan harus ditaati (Hasibuan, 2006).
Jenis perencanaan berdasarkan jangka waktu dibagi menjadi tiga yaitu :
1.      Perencanaan strategis (Renstra)  memiliki jangka waktu panjang karena waktunya lebih dari 5 tahun. Focus rencana strategis adalah organisasi secara keseluruhan. Rencana strategis dapat dilihat sebagai rencana secara umum yang menggambarkan alokasi sumberdaya, prioritas dan langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan strategis.
2.      Perencanaan teknis memiliki jangka waktu menengah karena waktunya 1-5 tahun. Tujuan dari rencana ini adalah untuk mencapai tujuan taktis, yaitu melaksanakan bagian tertentu dari rencana strategis. Jika strategis memfokuskan pada sumber daya, lingkungan dan misi, maka rencana taktis memfokuskan pada manusia dan aksi (tindakan)
3.      Perencanaan Operasional memiliki jangka waktu yang pendek yaitu kurang dari satu tahun. Perencanaan ini diturunkan dari perencanaan teknis dan mempunyai focus lebih sempit dan melibatkan manajemen tingkat bawah. Rencana ini mempunyai dua jenis rencana yaitu rencana tunggal (sekali pakai) dan standing plan (dapat dipakai berkali-kali).
Rencana tunggal misalnya ekspansi perusahaan dengan mengembangkan berbagai rencana sekali pakai seperti pembuatan pabrik baru, penarikan tenaga baru, analisis pemasaran dan lainnya.
Rencana Standing ini akan menghemat waktu dan tenaga manajer karena situasi yang berulang-ulang diselesaikan dengan cara standar. Contoh dari standing pland adalah kebijakan, prosedur operasional standar dan aturan (Badrudin, 2015).
c.       Prinsip manajemen perencanan
1.      Prinsip membantu tercapainya tujuan
Setiap perencanaan dan segala perubahannya harus ditunjukkan kepada pencapaian tujuan.
2.      Prinsip efisiensi daripada perencanaan
Suatu perencanaan adalah efisien bilamana perencanaan itu dalam pelaksanaannya dapat mencapai tujuan dengan biaya yang sekecil-kecilnya.
3.      Prinsip pengutamaan perencanaan
Perencanaan merupakan keperluan utama daripada manajer. Seorang manajer tidak dapat melaksanakan fungsi-fungsi manajemen lainnya tanpa mengetahui tujuan dan pedoman dalam melaksanakan kebijaksanaannya.
4.      Prinsip pemerataan pelaksanaan
Perencanaan memegang peranan penting, mengingat manajer dalam tingkat tinggi banyak mengerjakan perencanaan dan tanggung jawab atas berhasilnya rencana itu.
5.      Prinsip patokan perencanaan
Patokan-patokan perencanaan sangat berguna bagi ramalan, karena premis-premis planning dapat menunjukkan kejadian-kejadian yang akan terjadi pada masa yang akan datang.
6.      Prinsip kebijaksanaan pola kerja
Kebijakan ini mewujudkan pola kerja. Dalam pola kerja itulah prosedur-prosedur kerja dan program tersusun.
7.      Prinsip waktu
Perencanaan yang efektif dan efisien memerlukan waktu yang cukup dalam penyusunan baik horizontal maupun vertikal.
8.      Prinsip tata hubungan perencanaan
Perencanaan dapat disusun dan dikoordinasi dengan baik, bilamana setiap orang bertanggung jawab terhadap pekerjaannya dan memperoleh penjelasan yang cukup memadai mengenai bidang yang akan dilaksanakan.
9.      Prinsip alternatif
Alternatif itu ada pada setiap rangkaian kerja dan perencanaan meliputi pemilihan rangkaian alternatif dalam pelaksanaan pekerjaan sehingga, tercapai tujuan yang telah ditetapkan.
10.  Prinsip pembatasan faktor
Prinsip alternatif dan prinsip pembatasan faktor merupakan syarat mutlak dalam pembuatan keputusan (Desicion making). Kunci terhadap Desicion making ialah memecahkan masalah-masalah yang timbul dimana dihadapkan dengan alternatif-alternatif.
11.  Prinsip keterikatan
Perencanaan harus memperhitungkan jangka waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan.
12.  Prinsip fleksibilitas
Perencanaan yang efektif memerlukan fleksibilitas, tetapi tidak berhenti merubah tujuan.
13.  Prinsip ketetapan arah
Perencaan yang efektif memerlukan pengamatan yang terus menerus terhadap kejadian-kejadian yang timbul dalam pelaksanaannya untuk mempertahankan tujuan.
14.  Prinsip perencanaan strategis
Dalam suatu kondisi dimana terdapat persaingan, yaitu dimana pihak lain berusaha untuk mencapai tujuan yang sama, maka manajer harus memilih tindakan-tindakan yang diperlukan untuk menjamin pelaksanaan perencanaan tetap efektif (Soekarno, 2005)
d.      Keuntungan dan kerugian dari pada perencanaan ( planning )
Adapun keuntungan-keuntungan dari pada perencanaan menurut G.R. Terry dalam buku Principles of Management, ialah sebagai berikut:
1.      Pertama-tama perencanaan menyebabkan bahwa kegiatan-kegiatan dilakukan secara teratur dan bertujuan.
2.      Perencanaan meminmalisir tindakan-tindakan yang tidak produktif.
3.      Perencanaan menyebabkan fasilitas-fasilitas yang ada dalam perusahaan digunakan dengan sebaik-sebaiknya.
4.      Perencanaan menberikan gambaraan mengenai seluruh perkerjaan dengan jelas dan lengkap.
5.      Perencaanaan membantu penggunaan alat pengukur hasil kerja (Siswanto, 2010).
Disamping itu keuntungan-keuntugan dari pada planing, sudah barang tentu ada kerugian-kerugianya atau pembatasan-pembatasanya yaitu :
1.      Informasi atau fakta-fakta yang dibutuhkan untuk meramalkan masa yang akan datang,  belum tentu tepat, sehingga meneger tidak akan dapat secara pasti meramalkan apa yang terjadi pada masa yang akan datang.
2.      Biaya yang diperlukan untuk menyusun suatu planning yang lengkap sangatlah besar,bahkan dapat melampaui hasil yang akan dicapai.
3.      Secara psikologis orang-orang lebih suka memperhatikan masa sekarang dari pada masa yang akan datang, mengingat planning bertalian dengan masa yang kan datang.
4.      Planing terkadang menyubat inisiatif para pegawai, karena mereka harus bekerja sesuai dengan pola yang telah digariskan.
5.      Planing menyebabkan terlambatnya tindakan yang perlu diambil dalam keadaan darurat. Padahal dalam setiaf keadaan darurat memerlukan pengabilan putusan yang segera (Siswanto, 2010).

BAB IV
PEMBAHASAN
            Pembangunan pertanian di Indonesia pada umumnya masih tetap memiliki kontribusi yang sangat signifikan dalam pembangunan ekonomi nasional. Hal ini telah dibuktikan kekuatannya selama masa krisis multisektoral yang melanda di Indonesia hingga saat ini. Beberapa pembangunan di sektor non-pertanian menunjukan perkembangan yang negative. Dengan berbagai pertimbangan yang ada, pembangunan wilayah berbasis pada sektor non pertanian menunjukkan perkembangan yang negative. Dengan berbagai pertimbangan yang ada, pembangunan wilayah berbasis pada sektor pertanian masih sangat relevan, antara lain ;
1.      Potensi sumber daya alam yang besar dan beragam.
2.      Kontribusi yang signifikan positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.
3.      Sektor pertanian menjadi basis utama dalam pembangunan wilayah pedesaan.
Model perencanaan pembangunan pedesaan ini dikembangkan dengan menggunakan sistem pendekatan. Keterkaitan antar komponen dalam suatu sistem ini merupakan bentuk integrasi yang mengacu pada sistem pembangunan yang dilaksanakan disuatu wilayah, wilayah yang dimaksud yaitu wilayah pedesaan. Pada suatu wilayah tertentu sesuai dengan tingkat administrasi wilayah yang telah di rancang.
Penduduk yang ada di Kabupaten Sleman ini mayoritasnya bermatapencaharian di sektor pertanian, karena di kabupaten Sleman lahan pertaniannya sangatlah luas. Tetapi itu pada zaman dahulu. Semakin berjalannya waktu penduduk di kabupaten Sleman ini hanya tinggal 30% saja yang masih tetap bekerja pada sektor pertanian. Mengapa demikian? Karena di Kabupaten Sleman ini adanya perubahan, yang tadinya banyak lahan pertanian. Kini lahan pertanian tersebut semakin hari semakin berkurang karena adanya usaha pembangunan wilayah. Lahan pertanian di kabupaten Sleman ini sudah banyak yang terambil oleh sektor pembangunan wilayah. Contoh dari sektor pembangunan wilayah  yaitu : pembangunan perumahan (property), industry dan perkantoran, mall atau tempat yang lainnya. Dengan adanya sektor pembangunan yang bertumbuh semakin pesat ini maka lahan yang awal mulanya lahan pertanian ini akan mengakibatkan terganggunya keseimbangan sistem produksi pertanian yang selama ini  telah berjalan. Kemudian menurut data dari tahun ke tahun yaitu dari tahun 1997 sampai dengan tahun 2001, rata-rata penurunan luas lahan per tahunya sekitar 32 hektar/tahun. Lahan yang dahulunya lahan pertanian kini berubah menjadi lahan non pertanian. Dengan adanya kasus yang seperti ini, pemerintah kabupaten Sleman memiliki kepentingan utama yang akan dihadapi yaitu menghadapi perubahan konsep pembangunan yang dinamis. Maksud dari pembangunan yang dinamis dalam artikel diatas yaitu ada dua yang pertama adalah pemulihan kondisi ekonomi wilayah dalam menghadapi perubahan yang diakibatkan oleh pelaksanaan otonomi daerah dan yang kedua adalah perwujudan prinsip-prinsip pemerintah yang baik.
Dalam artikel diatas, kabupaten sleman ini menemui beberapa masalah diantaranya adalah belum optimalnya penggunaan sistem informasi wilayah untuk dipakai sebagai dasat rujukan bagi proses pengambilan keputusan dan kebijakan dalam pembangunan wilayah. Cara mengatasi masalah tersebut yaitu pemerintah kabupaten Sleman ini memiliki alternative strategi yang dapat dikembangkan yaitu dengan cara menyusun model pengembangan wilayah berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Informasi ini akan memiliki nilai aksesibilitas yang tinggi kepada penggunanya serta dapat memberikan gambaran tentang kondisi wilayah saat ini. Model perencanaan ini bertujuan untuk mengembangkan model pembangunan wilayah pedesaan berbasis pada potensi pertanian. Model pembangunan wilayah direncanakan akan dikembangkan di kecamatan Moyudan kabupaten Sleman, Yogyakarta. Model perencanaan pembangunan wilayah dapat dijadikan sebagai bahan masukan penyusun kebijakan pemerintah daerah.

BAB V
KESIMPULAN
1.      Planning atau perencanaan ialah suatu rangkaian persiapan tindakan untuk mencapai tujuan. Perencanaan merupakan pedoman, garis-garis besar atau petunjuk-petunjuk yang harus dituruti jika menginginkan hasil yang baik sebagaimana direncanakan.
2.      Tujuan perencanaan untuk memberikan pengarahan (direction) kepada administrator-administrator maupun non-administrator, Perencanaan juga dapat menhindari atau setidak-tidaknya memperkecil tumpang-tindih dan pemborosan (wasteful) pelaksanaan aktivitas-aktivitas, Perencanaan menetapkan tujuan-tujuan dan standar-standar yang akan digunakan untuk memudahkan pengawasan. Manfaat perencanaan yaitu : Sebuah perencanaan yang disusun dari penelitian yang akurat akan menghindarkan adanya kesalahan yang bisa saja terjadi, Perencanaan dapat digunakan sebagai pedoman untuk melakukan aktivitas sehinga aparat pelaksana memiliki irama atau gerak dan pandangan yang sama untuk mencapai tujuan perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA
Badrudin. 2015. Dasar-Dasar Manajemen. Bandung : Alfabeta.
Hasibuan, Malayu. 2006. Manajemen (Dasar, Pengertian dan Masalah).
            Jakarta : Bumi Aksara.
Manullang, M. 2012. Dasar-Dasar Manajemen. Yogyakarta : Gadjah Mada
            Press.
Siswanto, H.B. 2010. Pengantar Manajemen. Jakarta : Bumi Aksara.
Soekarno. 2005. Asas-Asas Management. Jakarta : Firma Tekad.


Memilih posting makalah ini bertujuan untuk memenuhi syarat tugas akhir praktikum sistem informasi pertanian. Selain itu dengan postingan ini juga berguna untuk berbagi pengetahuan dengan orang lain melalui blog, untuk menambah wawasan tentang materi fungsi perencanaan dalam ekonomi pertanian.