ASPEK AGRONOMI TANAMAN KAPAS
Gossypium sp.
Sejarah tanamn kapas
Kapas merupakan tanaman yang telah ditanam oleh
manusia sejak zaman dahulu. Hal ini terbukti dengan telah
dibudidayakannya tanaman ini di daerah India lebih kurang 5000
tahun yang lalu. Kapas sebenarnya adalah serat yang diperoleh dari
beberapa tanaman berkayu dari jenis Gossypium. Serat halus yang
2
menyelubungi biji tanaman kapas ini kemudian menjadi bahan
penting dalam industri tekstil untuk dijadikan benang. Saat ini
pasar kapas masih dikuasi oleh Cina yang merupakan produser
terbesar produksi kapas dunia, diikuti oleh Amerika Serikat, India,
Pakistan, Brazil dan Mesir.

Klasifikasi tanaman kapas
Devisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Malvales
Famili : Malvaceae
Genus : Gossypium
Spesies : Gossypium sp.
Dari jenis yang ada tersebut, hanya 4 spesies kapas yang
telah telah dibudidayakan diantaranya adalah Gossypium herbaceum L., Gossypium arboreum L., Gossypium hirsutum L., dan
Gossypium barbadense.
Morfologi Tanaman Kapas
1. Akar
Akar berfungsi tidak hanya untuk menopang tanaman tetapi
juga untuk penyerapan air serta unsur hara yang dibutuhkan oleh
tanaman. Perkembangan sistem perakaran sangat penting pada
masa awal pertumbuhan tanaman kapas. Radikula atau calon akar
merupakan organ yang pertama kali muncul pada saat
perkecambahan dan kemudian berkembang menjadi akar
tunggang. Akar tunggang ini tumbuh sangat cepat dan bahkan
dapat mencapai 20 – 25 cm sebelum kecambah muncul dari
permukaan tanah.
Perkembangan akar diawal pertumbuhan vegetatif
tanaman kapas dapat mencapai 5 cm per hari tergantung kondisi
lingkungan. Panjang akar tunggang pada tanaman kapas dewasa
antara 180 – 200 cm yang sangat dipengaruhi oleh faktor
kelembaban tanah, aerasi, suhu dan varietas. Pada tanah dengan
kondisi kering atau kelembaban rendah, panjang akar tunggang
bahkan dapat mencapai 3 – 4 m.
2. Batang
Kapas merupakan tanaman berkayu yang memiliki batang
cukup keras dan beruas-ruas. Percabangan vegetatif dan cabang
buah tumbuh pada buku-buku batang. Panjang dan jumlah ruas
batang ini menentukan tinggi akhir suatu tanaman kapas. Batang
tanaman yang beruas pendek menyebabkan tanaman tersebut
cenderung cepat tua. Panjang ruas batang biasanya dipengaruhi
oleh kelembaban yang tersedia. Ruas batang ini berperan dalam
pengangkutan unsur hara terutama unsur nitrogen ke tanaman. Percabangan ini akan muncul pada buku ke empat atau ke lima dari
batang utama. Selanjutnya, cabang berbuah atau generatif mulai
muncul pada buku ke lima atau ke enam. Dalam keadaan
lingkungan tumbuh normal, cabang yang berbuah dapat tumbuh
hingga buku ke sepuluh dari batang utama.
3. Daun
Setiap daun mempunyai 5 sudut
lekukan dengan kedalaman berbeda-beda. Setiap daun
mempunyai ukuran, tekstur, dan bentuk yang bervariasi. Sebagian
besar daun kapas memiliki bulu/rambut halus, namun beberapa
varietas ada yang berbulu sedikit dan bahkan ada yang tidak
berbulu sama sekali.
Daun dengan tipe bulu lebat akan memudahkan dalam proses
pemanenan secara mekanik atau menggunakan mesin pemanen.
Namun tipe ini rentan terhadap serangan lalat putih, hal ini
dikarenakan kondisinya yang berbulu sehingga dapat dijadikan
tempat berlindung bagi perkembangan lalat tersebut.
Tangkai daun kapas umumnya berwarna hijau muda sampai
tua atau kekuning-kuningan sampai merah. Setiap daun memiliki
8
ketebalan yang tidak sama, ada yang tebal seperti kulit dan ada
pula yang tipis seperti kertas.
4. Bunga
Bunga kapas varietas Amerika berwarna putih atau krim
putih saat membuka. Selanjutnya warna akan berubah menjadi
Palmate
(normal)
Semi digitate
(semi-okra)
Digitate Super okra
Palmate
(normal)
Semi-digitate Digitate
(okra)
9
merah muda dan merah pada keesokan paginya. Di hari ketiga
petal menjadi layu dan gugur. Biasanya bunga kapas mulai mekar
dipagi hari antara jam 7 – 9 kemudian bunga tersebut akan layu
saat hari menjelang siang.
Bunga kapas memiliki tangkai bunga dengan berbagai
ukuran yang menghubungkan antara buah dan cabang. Daun
kelopak tambahan berbentuk segitiga dengan garis hijau yang
tampak seperti kelopak bunga.
5. Buah
Buah kapas umumnya terbentuk segera setelah terjadinya
penyerbukan. Apabila penyerbukan berhasil maka buah akan
masak setelah 40 – 70 hari. Buah yang masak akan retak dan
terbuka sehingga serat kapas muncul keluar. Umumya buah kapas
terdiri dari 3, 4 sampai 5 ruang. Buah kapas memiliki bentuk dan
ukuran berbeda-beda berdasarkan jenis dan letaknya, mulai dari
bulat, bulat ujungnya meruncing serta segitiga.
Berat rata-rata buah kapas dari jenis hirsutum berkisar
antara 5 – 8 g, berwarna hijau pucat, licin, berkulit dan sedikit
mengandung kelenjar minyak. Sedangkan buah dari jenis aboreum
lebih kecil yaitu sekitar 3 g, berwarna hijau gelap, dan banyak
mengandung kelenjar minyak.
6. Biji
Biji kapas terletak secara teratur di dalam ruang buah.
Biasanya setiap ruang tediri dari dua baris biji dengan jumlah ratarata
9 biji. Biji yang sudah tumbuh dewasa memiliki bentuk seperti
buah pear yang tidak beraturan. Bentuk ini bervariasi tergantung
varietas dan kondisi pada saat tanaman tumbuh. Biji memiliki
panjang antara 6 – 12 mm, dengan berat 100 biji sekitar 6 - 17 g
atau 65 – 70 persen total berat hasil. Lapisan serabut atau serat
kapas terdapat pada bagian luar kulit biji. Serat ini membutuhkan
waktu sekitar 13 – 15 hari untuk proses pemanjangan serat. Biji
kapas yang sudah masak terdiri dari dua kotiledon yang menyatu
dan berbentuk seperti ginjal.
Sumber






artikel yang bermanfaat :)
BalasHapuswah menarik nih
BalasHapusyuhuu
Hapus